Tiga Sumber Iman

Paskah jarang diketahui banyak khalayak umum di luar Kristen, sebagai perayaan puncak dan inti iman Kristen. Dan sumber iman Kristen, Katolik dalam hal ini, ada tiga. Kita sudah tahu semua. Kitab Suci, Tradisi Suci dan kuasa mengajar Magisterium. Lengkap. Paripurna.

Sumber iman itu bukan hanya yang tertulis namun juga tradisi (suci) lisan yang melengkapi Kitab Suci. Dan kuasa untuk mengajarkan itu, wewenang untuk menafsirkan dua sumber ini, dipercayakan hanya kepada Wewenang Mengajar Gereja. Kuasa ini dilaksanakan atas nama Yesus Kristus (bdk. KGK 85 dan DV 10).  Dengan demikian, pengajaran iman Katolik memiliki ciri tidak dapat sesat (bdk. KGK 890). Tidak hanya lengkap. Iman kita tidak dapat sesat.

Tiga sumber iman itu terungkap lengkap dalam dua bacaan hari ini. Yesus, dalam bacaan Injil, mengajarkan iman akan kebangkitan berdasarkan Kitab Suci dan menggenapi Kitab Suci (Perjanjian Lama/PL). Dalam ayat 46, Yesus berkata berdasarkan Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga ...” (Luk. 24:46)

Mesias dan karya penebusan-Nya melalui penderitaan merupakan tema utama PL. Mulai dari Kejadian, Bilangan. Kitab-kitab Musa. Mazmur, sampai kitab nabi-nabi kecil, Maleakhi. Demikian Yesus mengatakan ”... yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. ” (Luk. 24:44)

Dari cara Yesus mengajarkan Kitab Suci itu, kita tahu bahwa ajaran Yesus diajarkan berdasarkan Kitab Suci dan melalui kuasa menafsir Kitab Suci itulah Gereja mewariskan wewenang mengajar itu kepada para rasul dan para uskup dan imam sampai dengan hari ini.

Dalam bacaan pertama, para rasul, Petrus dan Yohanes, melanjutkan wewenang mengajar itu. Petrus jelas-jelas menggunakan Kitab Suci sebagai dasar pengajarannya. Seperti Yesus, Petrus berkata, ”bukankah telah dikatakan Musa” (Kis. 3:22). Lagi,  ”..., seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.” (Kis. 3:21). Dan seperti Yesus, penggenapan itu pun digunakan oleh Petrus dalam ay. 18,  ”... demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu.”

Tradisi pewartaan Kitab Suci para Rasul ini berlangsung terus menerus dalam kehidupan mereka sebagai jemaat Kristen perdana dan Gereja awal. Inilah tradisi suci. Demikianlah dalam Tradisi Suci, Kitab Suci dan Kuasa Mengajar (Magisterium) itu menjadi sumber iman untuk terus dipelajari. 

Semoga kita terus mempelajari tiga sumber iman itu, bertekun dan setia melaksanakan serta mewartakannya. Amin.

Salam Dag-Dig-Dug ... Byaar – FX Bayu Cahyo Raharjo
2023-04-13 – Hari Kamis dalam Oktaf Paskah

Komentar